Ruslan, Bangsawan Madura yang Merupakan Gubernur Pertama NTB


Seiring dinamika zaman dan setelah mengalami beberapa kali proses perubahan sistem ketatanegaraan pasca diproklamasikannya Kemerdekaan Republik Indonesia, barulah terbentuk Provinsi NTB. NTB, secara resmi mendapatkan status sebagai provinsi sebagaimana adanya sekarang, sejak tahun 1958, berawal dari ditetapkannya Undang-undang Nomor 64 Tahun 1958 Tanggal 14 Agustus 1958 tentang Pembentukan Daerah-daerah Swatantra Tingkat I Bali, NTB dan NTT, dan yang dipercayakan menjadi Gubernur pertamanya adalah AR. Moh. Ruslan Djakraningrat. Bangsawan Madura yang merupakan anak dari R.A.A. Tjakraningrat atau R.A.A. Soerjowinoto (regent Bangkalan Ketiga, 1918-1948), dan menjadi Wali Negara Madura dalam rangka Republik Indonesia Serikat (1949-1950).

R.A.A. Moh. Roeslan Tjakraningrat, sebelum menjadi Gubernur Pertama NTB merupakan bupati Bangkalan kelima, masa jabatan 1956-1957, setelah itu menjabat bupati Sumenep (1957-1958) dan gubernur Nusa Tenggara Barat (1958-1968) dan jabatan terakhir menjadi anggota DPR RI.

Walaupun secara yuridis formal Daerah Tingkat I NTB yang meliputi 6 Daerah Tingkat II dibentuk pada tanggal 14 Agustus 1958, namun penyelenggaraan pemerintahan berjalan berdasarkan Undang- undang Negara Indonesia Timur Nomor 44 Tahun 1950, dan Undang-undang Nomor 1 Tahun 1957 tentang Pokok-pokok Pemerintahan Daerah. Keadaan yang tumpang tindih ini berlangsung hingga tanggal 17 Desember 1958, ketika Pemerintah Daerah Lombok dan Sumbawa di likuidasi. Hari likuidasi inilah yang menandai resmi terbentuknya Provinsi NTB. Zaman terus berganti, konsolidasi kekuasaan dan pemerintahanpun terus terjadi.  

Pada tahun 1968 dalam situasi yang masih belum menggembirakan sebagai akibat berbagai krisis nasional yang membias ke daerah, Gubernur pertama AR. Moh. Ruslan Tjakraningrat digantikan oleh HR.Wasita Kusuma sebagai Gubernur kedua.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here