Surat Untuk Kawan kawan dari masa keaslian

Kepada yang terkasih
Kawan kawan dari masa keaslian
di Gumi Paer

Assalamualaikum wr wb.

Hazairin R. Junep

[ Sasak.Org] Ada banyak teman sekelas, teman bermain dan junior saya yang saat ini menjadi  pejabat di Lombok, NTB atau di tingkat Nasional. kami telah melewati masa yang penuh petualangn bersama, melihat dengan mata sendiri, mendengar dengan telinga sendiri, merasakan dengan hati sendiri, betapa rakyat jelata di gumi paer belum pernah beranjak dari manusia yang menurut PBB adalah miskin absolut. Jangan kita berlagak bahwa GNP kita lebih tinggi dari Viet Nam atau China yang hanya separuhnya tapi kita lihatlah keadilan dan pemerataan yang sejak masa kanak kanak kita tak pernah sungguh sungguh ada yang memperjuangkannya sebagai jihad yang selalu diajarkan kepada kita oleh ustad di santren tempat kita mengaji.

Jihad yang selalu diulang ulang oleh guru guru kita di sekolah yang kita lalui
dari SD hingga SMU/K.

Kita terus menikmati kisah kisah para nabi dan rasul tiap malam kamis di mushalla mushalla yang disitir oleh seluruh ustad yang ada di dasan kita. Kita terinspirasi oleh jihad Rasul SAW. selama 40 tahun membenahi akhlak, perlahan sekali dan akhirnya membebaskan si jahil dari kedunguannya, mengentaskan si bodoh dari kedunguannya, menyelamatkan si sesat dari kekafirannya.

Adakah Rasul SAW meminta jatah, sanjungan, medali, kekayaan, kemewahan dari semua perjuangannya?. Tidak, kalian tentu ingat kawan, tidak ada yang diminta, bahkan beliau memilih hidup zuhud. Janganlah kawan bilang bahwa kita bukan nabi atau
rasul, sehingga tak sanggup memilih hidup bersahaja, sederhana, rendah hati, setidaknya, kalau tak sanggup zuhud.

Janganlah kawan bilang bahwa kalian masih miskin, nanti saja kalau sudah kaya baru berbuat!. Janganlah kawan berkata bahwa mumpung punya jabatan, kekuasaan dan kesempatan, lalu kawan mengambil apa saja yang bukan hak kalian.

Kawan yang ku kasihi, aku bukanlah manusia suci, malahan aku adalah manusia kotor dan hidup dicomberan dunia, tapi janganlah kawan melihatku dari segi kecomberanku itu tapi lihatlah betapa aku menyayangi kalian. Sebab kita adalah kawan dari masa lalu, ketika kita adalah manusia zuhud, bersih, polos dan terang benderang.

Tentu memang kita pernah demikian karena kita masih muda dan belum terkontaminasi. Aku tak bermaksud menuduh kawan soal korupsi atau apalah, tapi aku melihat betapa banyaknya kawan yang lupa berpijak di bumi. Apakah mobil mewah, uang bertriliun dan rumah besar dapat meningkatkan harkat martabat diri?. Tentu tidak kawan. Sebab berapa banyak pejabat yang demi gagah percek, sanggup berkomplot menggelembungkan anggaran agar dapat komisi haram lalu hidup ala businessman/ businesslady dengan kemewahan bergentayangan dijalan jalan dasan yang ditepiannya bergelimpangan anak anak tak sekolah, beringus, cerumeng, bertelanjang, menangis, bahkan ada yang sakit dan tak terobati dan lebih perih lagi ada yang tak dapat bekerja dan tak bisa makan.

Kawanku tersayang, aku tak sanggup melihat lagi kematian yang memilukan yang telah menimpa banyak kolega kita yanga selama mereka jadi polisi, pejabat, hakim, jaksa, karyawan telah mengambil banyak harta yang bukan haknya dan mereka menghabiskan sisa hidup di rumah dengan penderitaan lahir batin, tidak hanya bagi dirinya tetapi yang kasihan adalah anak cucunya 7 turunan.

Kawan, inilah sepotong keprihatianan yang aku rasakan, dari jauh aku nasihatkan kepada kalian agar kita berjuang dan berjihad kembali kepada masa dimana jiwa kita murni, tanpa kepentingan aneh aneh. Tidaklah penting berapa besar hasil yang dapat kita gapai dalam usaha kembali kepada keaslian diri ini, tetapi setidaknya kita berusaha dan dapat menjadi suri tauladan bagi generasi
mendatang. Apabilapun tak ada yang peduli, maka hanya Tuhan yang mencatat niat dan usaha kita dan itulah yang paling utama.

Demikian kawan yang dapat aku sampaikan semoga kita dapat berguna dan berperan dalam revolusi ini.
Salam dan maaf

Sahabatmu
HRJ

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here