Taqiuddin : Penyandang Disabiltas Berhak Diperhatikan



Lombok Tengah, 30 April 2020 – Yayasan Plan Internasional Indonesia (Plan Indonesia) melakukan sosialisasi pencegahan COVID-19 bagi komunitas penyandang disabilitas yang akan berlangsung selama 7 hari di 7 Desa di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Kegiatan tersebut dinilai dari tanggal 30 April sampai dengan 8 Mei 2020. Sosialisasi didukung Konsepsi dan Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah dan dilakukan di Lombok Tengah.

Kegiatan yang diawali di Desa Sukarara dan Puyung Kec Jonggat Lombok Tengah ini juga dihadiri oleh Lalu Wisnu Pradipta dari Lombok Disability Centre (LDC) – organisasi penyandang disabilitas yang menjadi mitra Plan Indonesia dalam pelaksanaan Proyek WINNER (Women And Disability Inclusive And Nutrition Sensitive) di NTB.

Lalu Wisnu Pradipta mengatakan bahwa dampak pandemik COVID-19 sangat terasa bagi kelompok penyandang disabilitas. Banyak di antara kelompok penyandang disabilitas tinggal di desa terpencil dan tidak memiliki pengetahuan tentang COVID-19 sehingga mereka tidak memahami cara pencegahannya.

“Saya mengapresiasi Plan Indonesia dan Konsepsi dalam menjangkau kelompok marjinal pada kegiatan sosialisasi pencegahan COVID-19 ini sehingga mereka teredukasi dan turut mencegah penyebaran pandemik COVID-19”, ujar Lalu Wisnu Pradipta di hadapan media pada Kamis (30/4) di Sukarara Lombok Tengah.
“Per 29 April 2020, yang positif Covid-19 di Kabupaten Lombok Tengah sebanyak 17 orang dan 1 orang dinyatakan sembuh ,” kata H Hasyim dari Dikes Kab. Lombok Tengah di Praya.

Salah satu cara pencegahan itu bisa kita terapkan lima pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat atau STBM yang sudah ada sebelum pandemik. “Teman-teman penyandang disabilitas silakan menyampaikan kabar ini kepada teman-teman di luar sana terkait pencegahan COVID-19 melalui penerapan lima pilar STBM,” kata Kabid Kesling ini menambahkan.

“Masyarakat sebisa mungkin harus tinggal di rumah kecuali ada kegiatan mendesak yang harus dilakukan di luar rumah seperti membeli makanan dan obat-obatan. Jika terpaksa harus keluar rumah, harus mau menjaga jarak pada saat bertemu muka dengan orang lain untuk menghindari penularan COVID-19”, H Hasyim menghimbau.

Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah merespons baik kegiatan bagi penyandang disabilitas yang dilakukan Plan Indonesia dan Konsepsi. Kegiatan sosialisasi ini adalah agar penyandang disabilitas mengetahui tentang cara penyebaran, penularan, dan cara mencegah COVID-19.

Irfan Ariyanto, WINNER Provincial Coordinator Plan Indonesia mengatakan, pencegahan penularan COVID-19 dapat dilakukan dengan cara menerapkan STBM seperti Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS). “Saat ini Plan Indonesia dan Konsepsi telah melaksanakan Sosialisasi COVID-19 di 24 Desa di Kabupaten Lombok Tengah dengan melibatkan unsur Tim STBM Puskesmas, TNI, dan Polri”, ujar Irfan.

Moh. Taqiuddin, Direktur Konsepsi mengatakan bahwa dengan adanya pelaksanaan sosialisasi pencegahan pademik COVID-19 yang inklusif seluruh masyarakat termasuk kelompok marjinal bisa mendapatkan informasi yang benar tentang COVID-19 di Kabupaten Lombok Tengah. ” mereka (Penyandang Disabiltas) berhak untuk diperhatikan oleh pemerintah dan semua pihak” ujar Dosen Sosiologi Universitas Mataram ini.

Plan Indonesia melibatkan seluruh kalangan, termasuk kelompok penyandang disabilitas untuk program Pemerintah Indonesia mencegah penyebaran pandemik COVID-19 dengan memberikan penyuluhan kepada para penerima manfaat di berbagai wilayah kerja Plan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here