Tidak semua Lombok adalah Sasak.

Tidak semua Lombok adalah Sasak.

Diskusi Zoom bersama Mahasiswa UNU Mataram 10.06.2021 jam 14.00.WIB

Assalamualaikum wr.wb.

Kegagalan pengajaran bahasa Sasak di sekolah sekolah Lombok adalah karena guru tidak menguasai materi sedangkan murid murid tidak mengenal bahasa Sasak dengan baik.

Saya membaca materi dan kamus bahasa Sasak dan berdiskusi dengan Drs. Muhir Junep, pengajar pertama bahasa Sasak di SMPN I Selong. Pada saat gencarnya muatan lokal diajarkan di sekolah

Di Lombok pengguna bahasanya terbagi menjadi 4 bagian logat.
1. Menu – meni
2. Ngeno – ngene
3. Meriak – meriku
4. Nggeto – nggete

Kelompok yang 4 itu tidak bisa berbahasa Sasak. Tetapi orang Sasak bisa menggunakan salah satu dari keempat bahasa itu tergantung dimana mereka tinggal.

Peradaban Lombok

Tiga Tingkatan Peradaban Lombok

1. Lisung Gënëng
Lewat cerita Tegining (Lisung – Yoni) dan Teganang ( Gënëng – Linggam). Simbul dari sistem kepercayaan tentang rahasia asal usul alam semesta.

Ada asap ada api.
Yin – Yang.
Sebab – Akibat.

Sistem itu kelak diadopsi oleh Hinduism.

2. Lëgu pëngëng – Mantra Sengau. Mencerminkan cara mereka membaca mantra dengan suara tenggorokan. Yaitu tradisi Lamma Tibet yg dibawa oleh Mongol. Bisa dilihat di youtube. Itu adalah masa ketika mereka menganut Buddhisme.

3. Alif Bengkok
Ini adalah cermin ketika mereka sudah mualaf.

Idiom idiom yg kami sebut sesenggak itu masih aktif digunakan oleh orang tua dan generasi saya untuk mengungkapkan bahwa seseorang tidak faham suatu hal dengan baik.

Ndéx méx taox Lisung Gënëng.

Ndéx méx taox Lëgu Pëngëng

Ndéx méx taox Alif Bengkok

Ketiganya berati kamu tidak mengerti asal usul sesuatu.

Khusus digunakan untuk mematahkan argumen yang kurang kuat.

Pengguna 4 kelompok bahasa itu tidak punya sastra tulis. Baru sesudah masuknya Islam mereka menggunakan Arab Melayu.

Mereka mewarisi syair yg dibaca oleh dua orang trubadour atau tukang cerita. Yang pertama membaca kitab berbahasa Melayu klasik. Kemudian yg kedua menterjemahkannya ke dalam bahasa Lombok sesuai lokalnya.

Musik gambus populer di pesisir. Rebana dan Barjanzi.
Berpantun masih ada

Tradisi Bekayax – menceritakan suatu Hikayat yg diambil dari kitab Melayu tapi dilakukan oleh satu orang. Contohnya Hikayat Amir Hamzah

Tradisi Belakax menceritakan suatu perjalanan seorang misalnya Teginig Teganang.

Wayang Menak untuk dakwah dengan cerita Islami.

Mewarisi gelar Melayu yang masuk melalui pendakwah Banjar seperti Tuan Guru.

Kekuasaan politik
Lombok tidak pernah punya kerajaan kuat dan besar sehingga mereka gampang dikuasai okeh kerajaan besar dari Jawa, Bali dan Makassar.

Di Lombok dikenal istilah Datu tetapi bukan sebagai raja melainkan pemimpin masyarakat setempat. Selain datu ada islitilah Demung. Demung adalah istilah dari Jawa – Demang. Penguasa wilayah setingkat kecamatan.

Dari peninggalan bangunan kerajaan yg ada di Lombok tak ada satupun sisa keraton penguasa lokal. Karena mereka berkuasa dalam waktu singkat dan tidak cukup kaya untuk membangun istana dsb.

Kerjaan Hindu yg berkuasa lebih 100 tahun berhasil membangun istana dan taman besar yang ada di sekitar pusat kerajaannya. Kini bisa kita lihat di Narmada dan Cakranegara.

Peradaban Sasak.
Peradaban Sasak muncul dari sekitar kerajaan di Cakra negara yg nerupakan silang budaya Kawi – Jawa – Bali. Dari percampuran itu lahirlah Creol Lombok yang disebut Sasak dengan ciri sbb.

1. Kesusastraan mereka adalah sastra kraton (littérature courtoise)
Seperti yg dikenal di Jawa ; Asmaradana, Dandang Gula, Macapat dsb.
2.Aksaranya adalah akasara Jawa Hanacaraka.
3. Bahasanya bertingkat mengikuti unggah ungguh Jawa/Bali.
4. Mewarisi Musik gamelan,
Cupak Gerantang, Janger, Gendang Belex, monyeh dsb.
5. Pakaian mewarisi Bali
6. Arsitektur mengikuti Bali
7. Mewarisi kawin lari dari Bali
8. Mewarisi budaya pranjakan atau panjat pinang
9. Mewarisi gelar gelar dari Jawa seperti Raden, Bapa.
10. Sesudah masuk Belanda setelah perang Lombok 1894 mereka menggunakan nama khas Lalu untuk laki laki dan Baiq untuk perempuan. Baix artinya Tuan. Kemungkinan diambil dari pengaruh Persia yg dahulu mengusai pelabuhan sebagai Syahbandar. Di Asia Tengah masih dipakai nama Beg atau Bek dibelakang.
11. Meskipun mereka beragama Islam tetapi tradisi Demak/Mataram Islam tidak dikembangkan.
Sesudah NU masuk barulah kita lihat ada tokoh yang menggunakan KH.

Ada contoh kasus yang menyamaratakan semua penduduk Sumut sebagai Batak.

Penduduk Sumut yang berbatasan dengan Sumbar adalah bangsa Mandailing dan penduduk di perbatasan dengan Aceh adalah bangsa Karo tapi semuanya disebut Batak oleh si penjajah bule.

Kita perlu memahami identitas diri kita agar lebih kuat berpegang pada akar kultur dimana kita lahir. Seperti pepatah bilang – dimana kita berpijak disitu langit dijunjung.

Mengapa bangsa Korea yg hancur lebur akibat PD II dijajah Jepang dan dihajar Komunis sampai dibagi dua negara ditahun 1953 dan masih miskin di tahun 1970an bisa melesat dan menyamai Jepang atau Eropah?.

Salah satu kekuatannya adalah identitas mereka jelas. Bahasa dan budaya mereka berakar kuat.

Negara yg tidak punya identitas budaya kuat akan terus berada dibawah kontrol kekuatan luar. Afrika yg menggunakan bahasa Eropah lebih terbelakang dari Afrika yg berbahasa Arab.

Sekarang kita harus tentukan. Kita ajarkan bahasa daerah sesuai dengan bahasa lokal yg 4 sedangkan bahasa Sasak diajarkan pada pemakainya yang sangat khusus.

Murid bisa memilih sesuai bahasa orang tuanya.
Untuk Lotim Ngeno ngene dan Menu meni atau Bahasa Sasak.
Untuk Loteng Meriak meriku dan menu meni atau Bahasa Sasak.
Untuk Lombok Barat bisa pilihan bebas salah satu dari 4 logat atau Bahasa Sasak.
Untuk Lombok Utara nggeto nggete – ngeno ngene atau bahasa Sasak.

Di luar itu masih ada kelompok cukup besar yaitu Bahasa Bali di Lobar dan Bahasa Sumbawa di Lotim ; Jantuk, Siren, Kuwang, Kembang Kerang, Rempung dsb. Silahkan ajarkan masing masing sesuai kebutuhan.

Atau kita pilih bahasa Indonesia saja.

Wallahu’alambissawab
Dengan banyak maaf dan salam.

HRJ

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here