Mantan Kepala BI NTB kunjungi Bun Mudrak

Muhammad Junaifin Lubis, mantan Kepala BI perwakilan NTB mengunjungi lokasi kampung binaan Komunitas Sasak dan Bank Indonesia. Ditemani istri, beliau berdiskusi mengenang perjalanan program binaan tersebut di Bun Mudrak. Program tersebut terlaksana di masa beliau menjadi Kepala BI Perwakilan NTB. More »

Mentan Apresiasi Bun Mudrak

Jumat, 12 Juli 2013, Menteri Pertanian Suswono mengunjungi Kampung Bun Mudrak Lombok Tengah untuk melihat langsung salah satu perkembangan peternakan sapi di lokasi binaan Komunitas Sasak dan Bank Indonesia. More »

Program Desa Mandiri Ekonomi KS-BI ‘Full Employment’

Program Desa Mandiri Ekonomi yang dilaksanakan di Bun Mudrak Desa Sukarara Kec. Jonggat Kab. Lombok Tengah telah mencapai posisi full employment, hal tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Kantor Perwakilan Bank Indonesia Propinsi Nusa Tenggara Barat Bapak Bambang Himawan(15/2). More »

 

BMKG: Kekeringan NTB Tahun Ini Lebih Ekstrem dari Tahun Lalu

BMKG: Kekeringan NTB Tahun Ini Lebih Ekstrem dari Tahun Lalu

BMKG: Kekeringan NTB Tahun Ini Lebih Ekstrem dari Tahun Lalu (Ilustrasi)

VIVA.co.id – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan, bencana kekeringan di Nusa Tenggara Barat (NTB) tahun ini akan lebih ekstrem dibanding tahun lalu. Penyebabnya adalah El Nino atau gejala penyimpangan kondisi laut yang ditandai dengan meningkatnya suhu permukaan laut.

Menurut Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG NTB Stasiun Klimatologi Kediri, Wan Dayantolis, El Nino adalah faktor pengendali kekeringan tahun ini. “Bencana kekeringan yang lebih ekstrem adalah tahun ini dibandingkan tahun sebelumnya,” katanya, Kamis, 2 Juli 2015.

Dayantolis menjelaskan, kekeringan tahun lalu akibat El Nino pada kondisi lemah yang kemudian stagnan di level netral. Tahun 2015, El Nino terdata berada pada level menengah yang beranjak menuju level kuat jika selama 30 hari mendatang tak turun hujan.

“Karena beberapa tempat selama 60 hari terakhir tidak mengalami hujan. Menurut hitungannya, jika 60 hari tidak turun hujan, debit air sungai atau sumur akan turun, karena lebih tinggi laju penguapan dibanding laju pertambahan airnya,” katanya menambahkan.

BMKG memantau kondisi tanpa hujan selama 60 hari mendatang ada di Bima, Dompu, dan Sumbawa bagian utara. Daerah pulau Lombok masih dalam skala 30 hari tanpa hujan.

“Jika 30 hari ke depan masih belum juga turun hujan, maka pulau Lombok akan sama situasinya seperti kekeringan parah di Bima, Dompu dan Sumbawa.”

Peluang terakhir bagi NTB, kata Dayantolis, berada pada situasi alam. Harapannya jika suhu permukaan laut di Indonesia masih terasa hangat, ada peluang hujan.

(mus)