Mantan Kepala BI NTB kunjungi Bun Mudrak

Muhammad Junaifin Lubis, mantan Kepala BI perwakilan NTB mengunjungi lokasi kampung binaan Komunitas Sasak dan Bank Indonesia. Ditemani istri, beliau berdiskusi mengenang perjalanan program binaan tersebut di Bun Mudrak. Program tersebut terlaksana di masa beliau menjadi Kepala BI Perwakilan NTB. More »

Mentan Apresiasi Bun Mudrak

Jumat, 12 Juli 2013, Menteri Pertanian Suswono mengunjungi Kampung Bun Mudrak Lombok Tengah untuk melihat langsung salah satu perkembangan peternakan sapi di lokasi binaan Komunitas Sasak dan Bank Indonesia. More »

Program Desa Mandiri Ekonomi KS-BI ‘Full Employment’

Program Desa Mandiri Ekonomi yang dilaksanakan di Bun Mudrak Desa Sukarara Kec. Jonggat Kab. Lombok Tengah telah mencapai posisi full employment, hal tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Kantor Perwakilan Bank Indonesia Propinsi Nusa Tenggara Barat Bapak Bambang Himawan(15/2). More »

 

Kanggokm Tadahn?

FB_IMG_1492736950443Kanggokm Tadahn? Begitulah kalimat yang mulai dipopulerkan oleh Tim Sukses bapak Suhaili. Saat ini beliau masih diamanahi menjadi orang nomor satu di Kabupaten Lombok Tengah. Sebuah kabupaten yang punya potensi sangat besar khususnya pariwisata.

Kanggokm Tadahn merupakan bahasa Sasak, yang kalau diterjemahkan menjadi, kanggokm : sukakah? Apakah kamu suka?, Tadahn : Caranya, sikapnya. Akhiran m pada kata kanggokm bermakna kamu atau untuk orang kedua. Sedangkan n pada kata tadahn bermakna orang ketiga nya atau dia.

Terlepas dari makna kalimat tersebut, mari kita lihat siapa Suhaili. Merupakan salah satu putra dari Allohuyarham TGH Fadhli Thohir atau masyhur dengan sebutan tuan guru Bodak. Bodak merupakan nama kampung atau dusun di Desa Montong Terep Kecamatan Praya Kabupaten Lombok Tengah. Maka disetiap penulisan namanya Suhaili di Baliho atau media media kampanye tertulis Suhaili FT, yang merupakan singkatan dari Fadhli Thohir. Mungkin untuk mengingatkan masyarakat bahwa Suhaili anaknya Tuan Guru.

Punya nasib politik yang baik, itulah Suhaili. Menjadi aktifis Golkar, kemudian menjadi ketua DPRD NTB, tanpa jeda kemudian menjadi Bupati Lombok Tengah, saat ini masuk periode kedua sehingga memunculkan hasratnya untuk mencoba peruntungannya untuk menjadi Gubernur NTB. Posisi yang mungkin sudah jauh jauh hari dia sudah perhitungankan.

Bagaimana peluangnya? Saat ini Suhaili menjadi ketua DPD Golkar NTB. Acara penyematannya untuk menjadi calon Gubernur NTB bahkan sudah dilaksanakan, tidak tanggung tanggung, seluruh ketua DPD ll se NTB didaulat untuk menunjuk dia, bahkan secara simbolis penunjukan itu dipimpin oleh Mohan, ketua DPD Golkar Kota Mataram. Hal yg ini sepertinya untuk memberi pesan kepada H Akhyar Abduh, kader Golkar yang juga Walikota Mataram agar mencari partai lain atau jalan lain untuk maju sebagai calon Gubernur NTB.

Karena calon itu ditentukan oleh DPP, sedangkan DPP sendiri punya kepentingan tergantung pimpinan dan orang ‘belakang layar’ dari DPP Golkar yaitu Menteri Segarus (Segala Urusan). Dalam kesempatan, bapak menteri menyambut kalau Dr Zul bisa memakai Golkar, ucapan ini seolah olah dia sendiri yang punya Golkar.

Peluang Suhaili sangat besar tergantung siapa musuh dan wakilnya. Tradisi Sasak vs Samawa vs Mbojo tidak bisa dikesampingkan walaupun itu disebut sebagai tradisi jahiliyah dalam politik tetapi tetap terjadi dalam fakta politik di lapangan.

Pilgub NTB tidak hanya berbicara ranah Lombok Tengah saja, tetapi Lembar – Sape, karena itu, sejak Bulan Ramadhan tahun 2016 lalu, suhaili sudah sibuk mengisi safari politik ke pulau Sumbawa. Kini, setelah belum jelasnya para calon yang akan bertarung di Pilgub NTB, dia bertanya kepada kita semua? Kanggokm Tadahn?